Portofolio refleksi pembelajaran

Kepemimpinan bukan sekadar mengarahkan. Ia memberdayakan.

Refleksi pengalaman saya dalam Projek Kepemimpinan PPG Calon Guru melalui kegiatan Optimalisasi Canva dalam Mengembangkan Media Pembelajaran Interaktif bagi Guru SMK Negeri 5 Yogyakarta.

✦ Ajib AlfariziNIM 25105260496PPG Calon Guru · UNY
✦ Belajar kolaboratif
Berorientasi dampak
PROJECT JOURNEY / 2026
Media belajar yang utuh & interaktif
01 Pretest · Memahami titik awal
02 Materi · Menjelajah konsep
03 LKPD · Berlatih dan berkarya
04 Posttest · Merefleksi kemajuan
18/20Guru hadir dalam pelatihan90% dari target peserta
17Produk media terverifikasi85% dari target 20 produk
Rp850 rbRealisasi anggaran71,43% dari plafon Rp1.190.000
4CKerangka refleksiConnection · Challenge · Concept · Change
01 / Gambaran proyek

Berangkat dari kebutuhan nyata di sekolah.

Sekolah telah memiliki akses Canva Pro, tetapi ketersediaannya perlu diikuti pemahaman pedagogis dan pendampingan agar fitur digital berubah menjadi pengalaman belajar yang bermakna.

◎

Tujuan yang ingin dicapai

Mendorong guru SMK Negeri 5 Yogyakarta agar mampu memanfaatkan Canva untuk merancang media pembelajaran interaktif yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga terstruktur dan siap digunakan di kelas.

Media dirancang memuat empat bagian: pretest, materi pembelajaran, LKPD, dan posttest.
↗

Peran saya dalam tim

Saya bertugas di divisi perlengkapan dan pendampingan bersama Yohanes Jelly Sonda. Tanggung jawabnya meliputi menyiapkan sarana ruang komputer, memastikan perangkat pendukung siap, serta membantu guru ketika menghadapi kendala teknis Canva.

Pengalaman ini menguatkan pemahaman bahwa kesiapan fasilitas, kesabaran, empati, dan pendampingan praktis turut menentukan kenyamanan belajar.
02 / Mereviu pengalaman

Perjalanan dari perencanaan ke evaluasi.

Alur kegiatan menunjukkan bahwa proyek kepemimpinan membutuhkan tujuan yang terukur, pembagian peran, praktik langsung, dan evaluasi untuk menentukan langkah berikutnya.

01

Identifikasi

Mengamati kebutuhan sekolah dan peluang optimalisasi Canva.

02

Perencanaan

Menyusun mindmap, tujuan SMART, peran tim, serta kebutuhan sarana.

03

Pelatihan

Demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan bagi guru.

04

Produksi

Guru mengembangkan media dengan alur pretest hingga posttest.

05

Evaluasi

Meninjau produk, umpan balik, tantangan, serta keberlanjutan proyek.

Catatan reflektif: hasil proyek tidak cukup diukur dari kegiatan yang terlaksana. Hasil perlu dilihat dari produk yang dibuat, pemanfaatannya dalam pembelajaran, masukan peserta, dan keberlanjutan praktik baik setelah pelatihan.
03 / Refleksi pengalaman belajar

Empat lensa untuk membaca pengalaman.

Refleksi 4C membantu saya menghubungkan pengalaman, mengenali tantangan, memahami konsep penting, lalu merumuskan perubahan yang dapat diterapkan dalam peran sebagai calon guru Informatika.

C
01 / Connection

Keterhubungan

Pengalaman proyek ini berkaitan erat dengan peran saya sebagai calon guru Informatika. Pada pembelajaran, teknologi seharusnya menjadi sarana untuk membantu peserta didik memahami konsep dan terlibat aktif, bukan sekadar alat untuk membuat tampilan menarik. Tugas awal saya juga mengangkat peluang peningkatan motivasi belajar murid kelas X Kayu A pada mata pelajaran Informatika; media interaktif dan pembelajaran kontekstual merupakan peluang untuk menjawab kebutuhan tersebut.

Makna bagi saya: mulai dari kebutuhan pengguna, bukan dari fitur teknologi.
C
02 / Challenge

Tantangan

Ketika mendampingi guru di depan komputer, saya menyadari bahwa kesiapan perangkat dan kemampuan teknis peserta tidak selalu sama. Pendamping perlu sabar, responsif, dan mampu menjelaskan langkah secara sederhana. Evaluasi proyek juga menunjukkan tantangan dalam penyesuaian waktu dengan agenda sekolah, kenyamanan fasilitas, keluasan materi untuk beragam mata pelajaran, serta pembuktian dampak jangka panjang setelah pelatihan selesai.

Makna bagi saya: kendala adalah informasi untuk memperbaiki desain kegiatan berikutnya.
C
03 / Concept

Konsep yang dipelajari

Saya memahami pentingnya kepemimpinan kolaboratif, pembagian peran yang jelas, tujuan SMART, pola pikir bertumbuh, dan pemberdayaan komunitas. Proyek perlu berorientasi pada kebutuhan guru serta didukung praktik langsung, umpan balik, dan evaluasi. Media yang baik memiliki alur pedagogis yang utuh: asesmen awal, materi, aktivitas melalui LKPD, dan asesmen akhir. Dengan begitu, Canva menjadi bagian dari proses pembelajaran, bukan hanya desain visual.

Makna bagi saya: kepemimpinan pembelajaran berarti memampukan orang lain untuk bertumbuh.
C
04 / Change

Perubahan ke depan

Dalam praktik mengajar, saya ingin lebih terencana menyiapkan perangkat dan alur pendampingan, menghubungkan media dengan tujuan serta karakteristik murid, dan menyediakan kesempatan praktik yang cukup. Saya juga akan membiasakan diri mengumpulkan bukti sebelum dan sesudah kegiatan, meminta umpan balik, serta melakukan tindak lanjut agar keterampilan digital tidak berhenti pada satu kali pelatihan. Kolaborasi dan komunikasi perlu menjadi bagian dari persiapan sejak awal.

Makna bagi saya: refleksi baru bernilai saat diterjemahkan menjadi tindakan yang dapat ditinjau kembali.

Inti pembelajaran pribadi

Sebagai calon guru, saya tidak cukup hanya menguasai perangkat digital. Saya perlu menjadi fasilitator yang peka terhadap kebutuhan orang lain, mampu membangun kerja sama, menyelesaikan kendala dengan empati, dan memastikan teknologi benar-benar mendukung tujuan belajar.

GROW
TOGETHER
04 / Analisis artefak

Bukti yang menguatkan refleksi.

Enam artefak berikut diambil dari dokumen yang Anda berikan. Masing-masing punya fungsi berbeda: mulai dari identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, sampai evaluasi dampak.

Dokumen pendukung
PDF dapat dibuka di tab baru atau diunduh.
PDFIdentifikasi

Tugas 2.1 Individu — Pemetaan Isu dan SDGs

Mencatat tiga isu: motivasi belajar Informatika di kelas X Kayu A, pengurangan sampah plastik, dan kesehatan mental serta kesejahteraan murid.

Alasan dipilih: menunjukkan titik awal refleksi—mengamati kebutuhan dan menghubungkan masalah dengan tujuan pendidikan serta SDGs.
PDFPerencanaan

Tugas 5.1 Kelompok — Mindmap Proyek

Memetakan latar belakang, tujuan, sasaran, kegiatan utama, sumber daya, indikator keberhasilan, dan dampak yang diharapkan.

Alasan dipilih: memperlihatkan bahwa proyek dirancang berdasarkan kebutuhan sekolah dan tahapan kerja yang saling terhubung.
PDFTarget SMART

Tugas 6.1 Kelompok — SMART Goals

Merumuskan target peningkatan kompetensi guru, termasuk produk media dengan pretest, materi, LKPD, dan posttest serta target 80% peserta menyelesaikan produk.

Alasan dipilih: menjadi acuan untuk menilai apakah tujuan spesifik, terukur, realistis, relevan, dan berbatas waktu.
PDFDokumen utama

LPJ Projek Kepemimpinan

Laporan pelaksanaan proyek, pembagian peran, refleksi individu, dinamika kelompok, capaian, evaluasi, tantangan, dan rencana keberlanjutan.

Alasan dipilih: menjadi sumber utama untuk merefleksikan peran saya pada perlengkapan dan pendampingan serta bukti capaian proyek.
PDFEvaluasi proses

Evaluasi Pelaksanaan — LK 1.12

Menilai pencapaian target, kepemimpinan kolaboratif, proses dan adaptabilitas, growth mindset, pemberdayaan, serta dampak jangka panjang.

Alasan dipilih: membantu mengidentifikasi hal yang berjalan baik dan area yang masih memerlukan penguatan.
PDFEvaluasi dampak

Evaluasi Dampak — LK 1.13

Menggunakan Visible Thinking Routines: Claim, Support, Question, Steps Forwards, dan Steps Backwards untuk menelaah dampak dan risiko keberlanjutan.

Alasan dipilih: mengingatkan bahwa klaim perubahan perlu didukung bukti, umpan balik, dan pengukuran lanjutan.
Tidak ada artefak yang sesuai dengan kata kunci.
Analisis lintas artefak: tugas awal menjelaskan alasan suatu isu perlu diperhatikan; mindmap dan SMART Goals menerjemahkan isu menjadi rencana; LPJ mendokumentasikan proses dan hasil; sedangkan LK 1.12 dan LK 1.13 membantu menilai kualitas pelaksanaan serta kemungkinan keberlanjutannya.
05 / Menafsirkan hasil

Capaian penting, dan ruang untuk bertumbuh.

Data di bawah merangkum angka yang tercantum di LPJ dan lembar evaluasi. Hasil ini menunjukkan kemajuan, tetapi belum otomatis membuktikan bahwa dampak pembelajaran bertahan dalam jangka panjang.

Ringkasan pelaksanaan
85%
Target kuantitas produk media tercapai

17 produk media terkumpul dan terverifikasi dari target 20 produk. Sebanyak 18 dari 20 guru hadir. Realisasi anggaran tercatat Rp850.000 dari plafon Rp1.190.000.

Kepemimpinan kolaboratif19 / 20

Pembagian peran, komunikasi, partisipasi, dan sikap saling menghargai dinilai kuat.

Proses dan adaptabilitas18 / 20

Inovasi dan ketepatan waktu mendapat skor tinggi; efisiensi sumber daya dan adaptasi terhadap hambatan masih dapat diperbaiki.

Growth mindset20 / 20

Respons terhadap kegagalan sebagai pembelajaran, keterampilan baru, feedback, dan inisiatif memperoleh skor 5.

Pemberdayaan komunitas20 / 20

Manfaat langsung, adopsi praktik baik, peningkatan kapasitas, dan potensi sumber daya penerus dinilai tinggi.

Dampak jangka panjang13 / 15

Jejaring/inisiatif dinilai kuat; perubahan sistem dan kemungkinan replikasi perlu ditindaklanjuti.

Catatan interpretasi: laporan evaluasi dampak menyebut adanya respons Matematika dengan skor seluruh item 1 tetapi komentar positif; dokumen menilai respons tersebut mungkin merupakan outlier atau kesalahan input. Karena itu, klaim dampak sebaiknya diperkuat dengan pemeriksaan data dan bukti sebelum–sesudah.

06 / Kaitan praktis dan perubahan

Yang akan saya bawa ke praktik mengajar.

Refleksi diarahkan menjadi kebiasaan kerja yang bisa dilaksanakan dan dievaluasi kembali, baik saat menjadi pendamping rekan guru maupun saat mengajar murid.

Aksi 01 / Sebelum

Menyiapkan kegiatan secara antisipatif

Membuat daftar periksa perangkat, koneksi, akses akun, bahan tutorial, dan kebutuhan peserta; menguji fasilitas sebelum kegiatan; serta menyepakati jadwal dengan sekolah agar tidak berbenturan dengan tugas mengajar.

Aksi 02 / Saat

Mendampingi secara adaptif

Menggunakan demonstrasi singkat, instruksi bertahap, praktik langsung, dan bantuan sesuai kebutuhan peserta. Dalam kelas Informatika, saya akan menghubungkan aktivitas dengan konteks keahlian murid dan memberi ruang untuk mencoba serta bertanya.

Aksi 03 / Sesudah

Mengukur dan menjaga keberlanjutan

Mengumpulkan artefak produk, meminta umpan balik, membandingkan pemahaman sebelum dan sesudah kegiatan bila memungkinkan, melakukan tindak lanjut, dan membagikan praktik baik agar hasil tidak berhenti pada satu pertemuan.

✦

Komitmen sebagai calon guru profesional

Saya ingin menjadi pendidik yang tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi mampu memilihnya secara tepat, mendampingi dengan empati, bekerja kolaboratif, serta mengevaluasi dampaknya secara jujur. Keberhasilan bukan hanya kegiatan selesai, melainkan ketika guru dan murid dapat memanfaatkan hasilnya dalam pembelajaran nyata.

Penutup refleksi

Dari pengalaman, saya belajar untuk memimpin dengan melayani.

Projek Kepemimpinan mengingatkan saya bahwa perubahan dalam pendidikan dibangun melalui tujuan yang jelas, kerja bersama, pendampingan yang manusiawi, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.